Puisi: SENANDUNG NEGRI KU



(Karya Thomas Malak)


Untuk Mu Papua ku
hari ini...
detik ini...
aku telah meneteskan air mata
Air mata yang bening seperti sungai di alam sana
Papua...
sungai ku dirubah menjadi darah
Tanah ku di bakar habis
Kini tak ada lagi rasa manis
hanya kesakitan yang begitu sadis tertusuk piluh di dalam hati
Ohh papua ku,, sungguh sangat menyedihkan
Melihat semua ini hanya akan menimbulkan rasa bersalah yang tak perna kunjung menepih
Disuatu hari ketika senja mengawal soreng kepda sang malam,
Terdengar seruan-seruan yang begitu menggetarkan hati seorang hamba yang tak berdosa,
hei....”Jangan perna kau tanyakan apa arti tulang ku putih, darah ku merah, Namun perlu kau ditanyakan kepada Tuhan, berat dosa itu seperti apa?”
Wahai alam ku....
Emas ku yang begitu melimpah kau ambil tanpa harus memikirkan apa yang akan terjadi atas nasip bangsa ini 
Namun sedikit pun aku tak berna menyalahkan mu
Sehingga mengorbankan anak cucupun aku relah
setiap pagi sang cendrawasi selalu mengal terbitnya mentari pagi dengan suarahnya yang merdu di bukit gunung tambrauw
Kini tak ada lagi putih...
Semuah telah menjadi berubah hitam di dalam hati,
Sehingga merah mengantarkan putih kepada sang bintang bintang Raja yang begitu sadis.


Share this:

1 komentar :

 
Copyright © Amau Timor.com. Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates