CERPEN

ARTIKEL

Berita Terkini

RAPAT PLENO HASIL PEMILU 2019,LAMAKNEN SELATAN

21.23.00
•

Pembukaan Rapat Pleno Hasi Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat PPK Kecamatan Lamaknen Selatan. Foto: Amau
Piebulak; Rabu,24/04/19. Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Tingkat PPK Kecamatan Lamaknen Selatan Dimulai Pukul 10.30 WITA.

Dominikus Bere, Ketua PPK  Kecamatan Lamaknen Selatan,Membuka Acara Rapat Pleno  dilanjutkan dengan pembacaan Tata tertip oleh Anggota PPK Lamaknen Selatan, Marius D.Mau Bele.

Pada pembukaan Rapat Pleno ini dihadiri, Wendelinus Meak, Camat Lamaknen Selatan dan Marius Dominggus Mau Bele ,Sekretaris Camat (Sekcam) Lamaknen Selatan, PPS dan KPPS masing-masing desa, Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan ( Paswascam ), para saksi perorangan maupun saksi partai.

Dalam acara pembukaan berjalan lancar dan dilanjutkan presentasi data Hasil Pemilu oleh PPS masing-masing Desa hingga berakhir esok hari Kamis,25/04/19. 

Waktu sementara bergulir dalam presentase data hasil rekapilutasi PEMILU 2019 hingga selesai pukul 17.00 WITA.



SYAIR

15.07.00
•
GAUDENZ
MATAUFUE

Data Kau Sajikan.
Kepada Kami Yg Empunya Tanah.
Berkelit Dengan Lincah.
Bak Tarian Riang Disaat Pesta.
Ratap Lesu, Hak Kami Terabai,
Kau Abaikan,
Kau Diam,
Dalam Diam, Kau Merajut Kongsi,
Teriakan Anak Tanah Kau Anggap Pembangkangan,
Teriakan Anak Tanah Kau Anggap Hinaan.
Benteng Kau Bangun,
Berlindung Diri Seperti Tanpa Cela.
Lalu,
Kepada Siapa Kami Berlindung,
Jika Tuan Tak Lagi Ramah.
Kepada Siapa Kami Mengadu,
Jika Tuan Tak Lagi Peduli.
Tanah Sakral, Tempat Kami Ber-Ritual,
Tempat Kami Mengucap Syukur,
Atas Warisan Penghidupan Sebagai Anak Tanah,
Tidak Lagi Ramah,
Ia Menjadi Bising, Merintih,
Seolah Tidak Rela Dikuasai, Dirusak.

Tanah Kami,
Penyanggah Separuh Napas Bumi,
Tidak Lagi Sakral.
Atas Nama Negara,
Kami Kau Korbankan.
Atas Nama Negara,
Jerit Kami Berujung Jeruji.
Tuan,
Tahu Kah Tuan ??
Tanah Kami Yang Kau Ambil,
Ada Kehidupan Lain Yang Kau Rusak Disana, ?
Kami Mengajak Tuan Pulang,
Pulang Pada Alam,
Dimana Ia Adalah Separuh Hidup Kita.
Kelak, Kita Wariskan Kepada Generasi Berikutnya,
Mata Air Peghidupan,
Bukan Air Mata Ratapan.

#Save_Mangrove.

MASYARAKAT CERDAS MEMILIH PEMIMPIN YANG BERKUALITAS

15.11.00
•
Kurang lebih 24 hari lagi tepatnya tanggal 17 April 2019 indonesia mencetak sejarah baru, karena serentak akan menggelarkan pesta demokrasi yang pertama kalinya, yaitu Pemilihan Presiden dan wakil presiden, Dewan Perwakilan Daerah [ DPD], Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia [ DPR RI ], Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [ DPRD ] Provinsi maupun Kabupaten/kota, ini salah satu rekreasi Politik yang di yakini mampu melahirkan gagasan serta ide untuk mewujudkan kedaulatan rakyat, melalui pesta demokrasi ini masyarakat kembali di uji kecerdasannya untuk menentukan calon pemimpin daerah kedepan. Berharap masyarakat kita sudah tidak bisa di bohongi lagi dengan iming – iming janji belaka, seharusnya sudah pandai – pandai dan bersikap dengan bijak, tentunya masyarakat cerdas sudah bisa membedakan mana calon yang tidak sesuai dengan yang diinginkan.
Persoalan beda pilihan adalah sebuah kewajaran dalam berdemokrasi dan harus saling menghargai satu sama lain, yang perlu diwaspadai yakni ketika perbedaan politik sudah menjadi senjata untuk saling memecah belah kita, akan menimbulkan konflik struktural yang berkepanjangan. Hal ini harus disikapi oleh orang cerdas dalam proses berdemokrasi di Indonesia. Masyarakat yang cerdas harus mampu melihat persoalan diatas, tidak mudah terprovokasi, ada sikap saling membangun dan membutuhkan, jika setelah pesta demokrasi atau pemilihan selesai, masing – masing tim harus kembali hidup rukun seperti sebelumnya, bukan setelah pemilihan yang dulunya akrab, menjadi renggang karena beda pilihan dan mendapat perlakuan politik yang tidak wajar oleh lawan politik dan saling dendam yang berkepanjangan.
Memang sangat dibutuhkan pemikiran yang cerdas, sebab rakyat tidak mungkin memerintah secara langsung. Karena itu diperlukan cara untuk memilih Presiden dan wakil presiden, DPD, DPR­ RI, DPRD Provinsi maupun kabupaten/ kota dalam memerintah suatu wilayah atau daerah bahkan Negara selama jangka waktu tertentu. PILPRES dan PILEG tentu dilaksanakan dengan menganut asas langsung, umum, bebas, rahasia,jujur,dan adil. Melalui asas ini sebenarnya kita bisa mengambil pelajaran yang bermakna sebagai modal awal dalam menyongsong PILPRES dan PILEG yang akan datang. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pesta demokrasi seperti pemilihan Umum, karena masyarakat dan pemilu adalah satu kesatuan yang tidak terpisah dimana masyarakat sebagai faktor utama dan sekaligus menjadi penentu sukses dan tidaknya Pemilu.
Pesta demokrasi pada tanggal 17 April 2019 mendatang akan menjadi sejarah baru bagi Negara Indonesia. Dalam proses demokrasi PILEG dan PILPRES harus mengedepankan integritas dalam proses pemilihan umum , agar Badan Legislatif, presiden dan wakil presiden, menjadi fondasi utama untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme [ KKN ].
Integritas penyelenggaraan pada semua tahapan PILPRES dan PILEG menjadi hal penting yang harus di perhatikan oleh penyelenggara pemilu yaitu KPU, dan BAWASLU. Kedua lemabaga ini memiliki peran dan tanggungg jawab strategis sekaligus jadi harapan rakyat untuk menghasilkan pemimpin – pemimpin bangsa yang memiliki integritas moral yang baik
Bagi saya, tidak ada alasan untuk tidak bisa menghasilkan proses demokrasi dan hasil penyelenggaraan PEMILU yang tidak hanya demokratis tetapi betul – betul berintegritas dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Mengapa demikian, karena saya meyakini bahwa terpilinya Presiden dan wakil presiden, DPR ­ RI, DPD ­ RI, DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota, nantinya akan berpengaruh pada birokrasi kedepan. Maka PEMILU 2019 harus digaungkan pada lapisan masyarakat agar masing – masing pasangan calon [ PASLON ] atau individu dan pemilih cerdas dapat menciptakan lingkungan yang kondusif pada PEMILU kali ini.
Kita harus sama – sama meyakini bahwa melalui pemilu ini, bisa membawa perubahan yang baik. Masyarakat menaruh harapan yang besar terhadap Pemilihan PILPRES dan PILEG ini, berharap dengan pemimpin yang baru, masyarakat akan menjadi sejahtera. Maka 17 April 2019 mendatanng siapa yang terpilih dan menjadi pemimpin yang baru, harus meningkatkan pendidikan sehingga masyarakat menjadi pintar dan cerdas dan sejumlah harapan yang lain. Memang segalanya tidak ditentukan melalui PILPRES dan PILEG ini, namun apa yang terjadi di PEMILU ini, yang tidak terkontrol dengan baik nantinya akan memberikan dampak negatif yang sistematik kepada kehidupan kita. Maka dari itu mari kita sama – sama jadikan PILPRES dan PILEG yang berintegritas yang ada di I ndonesia.
Saya lagi tidak menulis bagaimana dan apa saja kriteria pemimpin yang berkualitas itu, karena dari masing – masing sudah bisa mendefinisikan atau mengartikan pemimpin yang berkualitas itu seperti apa. Jika saya uraikan banyak ragam pemikiran disini. Ada yang bilang pemimpin berkualitas itu terbuka, siap menerima saran dan kritik, dapat menjadi panutan, seorang pemimpin yang tidak akan mengekang kebesan orang yang dipimpin, mampu berperan sebagai motivator. Menurut saya, pemimpin yang berkualitas adalah pemimpin yang bisa memecahkan maslah [ problem solver ] dengan baik, bukan justru menjadi sumber permasalahan karena hingga sekarang nyaris tidak punya tokoh yang dapat membawa ini keluar dari krisis multidimensional. Istilah berkualitas dikembangkan dari kata ‘Kualitas’ yang berarti ‘taraf’/ ukuran baik burunya [ keadaan ], yang artinya suatu taraf / ukuran baik buruknya ihwal pemimpin. Menurut Kamus Besar Bahasa indonesia, 1990, [ KBBI 1990 ]. Hanya saja memang perlu menjadi diskusi pajang kita, terkait dengan sosok pemimpin yang kita kedepan. Mengapa? karena pada 17 April 2019 nanti sangat menentukan nasib daerah, lima tahun kedepan dan menjabat menjadi pemimpin bukanlah waktu yang singkat dengan proses yang dilalui, sudah begitu tentu dengan proses tersebut diharapkan kebijakan pemimpin harus pro rakayat, bukan penguatan ekonomi sendiri atau politik oligarki semata.
Sekedar reflekssi, bahwa ditengah ragam permasalahan bangsa dewasa ini kita rindu pemimpin yang kehadiranya dan keteladanannya dirasakan yang tidak menampak jarak yang demikian jauh dari rakyat. Keteladanan yang dimaksud tidak lain dari perbuatan semakin jauh yang dikatakan dengan yang diperbuatkan maka semakin rendah nilai keteladanan.
Tindakan wajar yang dilakukan oleh rakyat jika ingin tahu gaya hidup pemimpinnya, sekedar ingin memastikan apakah sama ketika tampil diatas panggung dengan keseharian.n jangan sampai kualitas pilaku baiknya hanya terlihat ketika ingin meraih simpatisan saja, ingin dinilai pro rakyat, igin dinilai satuan da merakyat dihadapan rakyat, sekali lagi dibutuhkan kecerdasan menilai kepribadian calon pemimpin. Pililah pemimpin yang benar dan amanah untuk masa depan yang ingin anda ciptakan. Tentunya kepemimpinan yang amanah serta benar hanya akan didapatkan dalam sistem yang benar pula.

PRAKTEK POLITIK DAGANG SAPI

10.22.00
•
Foto: Gaudensius Mataufue
Konsistensi berbanding lurus dengan integritas diri,.
Integritas diri pun Harus berbanding Lurus dgn Kata-kata..

Kata-kata dan tindakan Menunjukkan siapa kita sebenarnya, apakah kita konsisten Atau berada dalam Ruang Abu-Abu..

Politisi, Politikus dan sebutan lainnya yg melekat pada diri seorang Pelaku Politik, yang menjadi Dasar utk DIPERCAYAI adalah KOMITMEN AWAL BERPOLITIK, KATA-KATA DAN TINDAKAN..

Cerminan hari ini, Dari sekian banyak Politisi, Kadangkala kita masih menemui satu dan dua orang Politikus dengan Karakter yg tidak MEWARISKAN Nilai2 KONSISTENSI, KOMITMEN DAN INTEGRITAS DIRI kepada Generasi Muda..

Bahwa Politik itu Dinamis, iya Benar,.
Tapi, Dinamisnya Politik Bukan Menjadi Ruang utk "PRAKTEK POLITIK DAGANG SAPI",. Oleh: Denz M Saunoah.

Jelang Pemilu 2019,Bawaslu Belu Gelar Tanda Tangan MoU.

20.51.00
•

Jurnal5online;.Atambua Belu, Jelang PEMILU 2019, Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Belu gelar penanda tanganan MoU Kerja sama pengawasan parstisipatif pada pemilu Legislatif dan pemilu Presiden dan wakil presiden Tahun 2019, bersama para pemuda tingkat Organisasi kemasyarakatan,keagamaan dan kemahasiswaan di Aula Hotel Permata lt.3 Jl.Eltari,Gerbades Atambua,Kabupaten Belu-NTT. Selasa,18/12/18.
Dalam kegiatan ini organisasi kepemudaan yang hadir berkisar 100 orang antara lain, Pemuda Katolik Kabupaten Belu, PMKRI Belu,GMNI Belu,Pramuka dan Pemuda Perbatasan.
Adapun tema kegiatan ini adalah: “Bersama Rakyat Pemilu,Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”.
Dalam sambutannya ketua Bawaslu,Andreas Parera S.Fil pada Pembukaan kegiatan mengatakan kegiatan hari ini merupakan lajutan sosialisasi hari sebelumnya dari Banwaslu bersama-sama organisasi kemasyarakatan mengawasi Pileg dan pilpres.
” Teman-teman peserta yang baru hadir hari ini mungkin merasa agak ganjil karena tidak ikuti rangkaian kegiatan sosialisasi Bawaslu hari kemarin,jadi hari ini merupakan lanjutan bersama Ormas-ormas yg lain”.
Lanjut kegiatan hari ini pembekalan materi dan diskusi disampaikan oleh Andreas Parera tentang pengawasan pemilu pada Kampaye.
Tengah diskusi pukul 11.40 Sekretaris Daerah (Sekda) Belu Drs.Petrus Bere hadir dengan pakaian kemaja putih untuk menyampaikan materi tentang Peranan Pemerintah dan Ormas dalam Pemilu.
Akhir penyampaian materinya Petrus Bere berpesan untuk menjadi pemilih yang rasional dan membantu Bawaslu untuk menciptakan Pemilu di Belu yang damai dan kondusif.
“Mari kita sama-sama Bawaslu dan Ormas mengawasi pemilu yang damai,adil dan menjadi masyarakat pemilih yang rasional”.Ajaknya 18/12/18.
Selesai penyampian materi, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 9.00 Wita itu berakhir pukul 12.00 Wita dan dilanjutkan dengan aksi penandatanganan MoU.
Amau.

02.15.00
•
PAGELARAN BUDAYA DESA LAMAKSENULU,KECAMATAN LAMAKNEN,KABUPATEN BELU-NTT

PMKRI DAN GMNI BELU GELAR AUDIENCE TERKAIT PENEMBAKAN DUA WARGA BELU OLEH ANGGOTA POLISI

19.05.00
•
Jurnal5online.Rabu,24/10/18.
PMKRI dan GMNI Belu,Kembali gelar Audience terkait kasus penembakan peluru menyasar ke 2 orang warga Kabupaten Belu-NTT yang mengakibatkan korban luka  serius pada sabtu lalu.

Kedatangan PMKRI dan GMNI di terima oleh Kasat Intelkam Polres Belu, AKP Didit Wahyu Agustyawan.SH  dan
Waka Polres Belu  Komandan Polisi satu (KOMPOL I) Ketut Perten pada pukul 11.00 WITA di ruang kerja Wakapolres Belu.

Peserta audience berjumlah 7 orang masing-masing 4 orang dari PMKRI Belu dan 3 orang dari GMNI Belu antara lain:
Ketua PMKRI Ferdinandus Nai Aki, Sekjend: Oktofianus Tefa,Wakil presidium Pengembangan Organisasi: Agustinus Neno dan Senior PMKRI, Heribertus Mali sedangkan Untuk GMNI yang hadir antara lain:
Ketua: Hendrianus A.Modo
Kabit PPO: Alexander Kollo.

Dalam audiensi itu berlangsung santai dan saling mendengar pendapat antara kelompok cipayung dan wakapolres.

Ketika audience sedang berlangsung ketua  PMKRI Belu,Ferdinandus Nai Aki bertanya terkait sejauh mana penanganan kasus Penembakan yg dilakukan oleh oknum Anggota kepolisian Resort Belu yang terjadi pada pekan lalu.

"Maksud dan tujuan kedatangan kami pak, kami ingin bertanya tentang sejauh mana perkembangan penanganan kasus penembakan pada pekan lalu"

Kemudian pertanyaan diutarakan lagi oleh ketua GMNI,Hendrianus A.Modo tentang bagaimana proses penanganan pelaku.

"Proses penanganan kasus ini bagaimana pak,mungkin bapak bisa menjelaskan supaya masyarakat bisa tau", tanya Hendri,Ketua GMNI.

Menjawab Pertanyaan, Wakapolres  menjelaskan  kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan pelakunya sudah diserakan kepada PROPAM untuk di proses sesuai aturan yang berlaku.

" kasus ini sudah ditangani oleh pihak kami dan korbannya pun kami sudah melakukan penanganan khusus  di ruang rawat VIP" papar wakapolres Komandan Polisi ( KOMPOL) I Ketut Perten.

Lanjut dia menjelaskan pelaku yang sedang dalam proses penyelidikan saat ini oleh  Provost Pasukan Pengamanan Anggota Militer (PROPAM).

" lalu  terkait pelaku juga sudah di tangani oleh PROPAM dan hasilnya juga akan kami umumkan nanti artinya anggota kami benar-benar sedang menjalani proses pemeriksaan melalui tahapan-tahapan jika benar menemukan kesalahan dalam penggunaan Senjata api maka akan ditindak tegas dari pihak kami",kata dia.

"Proses berlanjut sementara ini masi dalam tahapan penyelidikan berdasarkan TKP karena untuk saat ini pihak kepolisian mau minta keterangan pihak korban tapi mereka sementara dalam perawatan sehingga tahap penyelidikannya kami masih menunggu pihak korban." Jelas wakapolres saat audiensi berlangsung.

Dalam surat audience yang dikirim kelompok cipayung tersebut diatas pada satu hari sebelumnya ditujukan kepada Kapolres Belu namun KAPOLRES tdk berada di tempat sehingga kelompok cipayung itu diterima oleh Kasat intel dan Wakapolres Belu-NTT.

Kegiatan diskusi pun selesai pada pukul 12:30 WITA.


Amau.
 
Copyright © Amau Timor.com. Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates